Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 53 Korban Tewas, 5 Potongan Tubuh Ditemukan
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 53 Korban Tewas, 5 Potongan Tubuh Ditemukan
Sidoarjo, RedaksiBali.com —
Tragedi memilukan kembali mengguncang Jawa Timur. Reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menelan korban jiwa mencapai 53 orang, termasuk 5 potongan tubuh yang hingga kini masih dalam proses identifikasi.
Peristiwa naas ini terjadi pada Minggu (5/10), ketika gedung utama pondok pesantren tersebut ambruk secara tiba-tiba. Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh untuk mengevakuasi korban dari tumpukan beton dan besi yang menjebak para santri serta pengajar di dalamnya.
“Total terdapat 27 jenazah dengan tiga di antaranya berupa potongan tubuh (body part) yang berhasil dievakuasi pada hari ke-7,” ujar Emi Freezer, Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan KMM Basarnas, Minggu malam.
Evakuasi Penuh Tantangan di Tengah Reruntuhan
Operasi penyelamatan berlangsung di empat sektor utama, yakni A1, A2, A3, dan A4. Pusat pembersihan puing difokuskan pada sisi utara bangunan, yang diketahui tidak terintegrasi dengan struktur utama.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan lokal masih terus berjuang menembus tumpukan reruntuhan yang cukup tebal dan berisiko roboh kembali. Upaya evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat, crane, dan detektor panas tubuh untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Sementara itu, seluruh jenazah yang ditemukan telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim.
Lima Potongan Tubuh Masih Misterius
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa lima potongan tubuh yang ditemukan belum bisa dipastikan apakah berasal dari korban yang sama atau berbeda.
“Kami belum dapat memastikan keterkaitan antara potongan tubuh yang ditemukan hari ini dengan yang ditemukan kemarin. Namun, setiap potongan tubuh tetap kami perlakukan sebagai korban yang terpisah hingga hasil identifikasi DVI keluar,” kata Nanang.
Nanang juga menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan rincian bagian tubuh yang ditemukan karena hal itu masuk dalam ranah identifikasi medis. Proses pencocokan DNA dan identitas masih dilakukan untuk memastikan semua korban dapat terdata secara akurat.
Duka Mendalam Menyelimuti Keluarga Korban
Suasana duka menyelimuti sekitar lokasi Ponpes Al Khoziny. Tangisan keluarga korban terdengar di antara suara alat berat yang terus bekerja. Banyak keluarga korban yang masih bertahan di lokasi, berharap ada kabar baik dari tim evakuasi.
Pemerintah daerah dan sejumlah lembaga sosial telah membuka posko bantuan dan trauma healing bagi para keluarga korban, serta menyalurkan bantuan logistik bagi tim penyelamat.



