Berita

Kurangi Pengaruh Negatif Medsos, Kariyasa Adnyana Sosialisasikan 4 Pilar  di SMP Negeri 3 Busungbiu

REDAKSIBALI.COM – Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk   mengurangi dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial yakni melaui pendidikan kebangsaan di sekolah. Pendidikan kebangsaan akan  membentuk karakter yang kuat dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. Ketika semu elemen sekolah memahami  nilai-nilai kebangsaan ini, sekolah akan menjadi ladang  tumbuh sumburnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, empati, dan kesadaran sosial yang tinggi.

Memahami  nilai-nilai kebangsaan sejak dini akan menghasilkan generasi yang lebih bertanggung jawab, memiliki semangat yang tinggi, dan mencintai tanah air. Maka dari itu 4 Pilar MPR RI atau 4 Pilar Kebangsaan sangat penting diperkenalkan kepada guru, siswa, dan wali murid di sekolah. Keempat Pilar tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal itu diampaikan Anggota MPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, SP saat menjadi narsumber Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada hari Kamis  (18/12/2025) di SMP Negeri 3 Busungbiu,  Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Suasana saat Anggota MPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, SP menjadi narsumber Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada hari Kamis  (18/12/2025) di SMP Negeri 3 Busungbiu,  Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Acara sosialisasi dihadiri para guru, wali murid  dan siswa SMP Negeri 3 Busungbiu. Kariyasa Adnyana yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan diera global yang semakin berkembang pesat, muncul kekhawatiran jika rasa nasionalisme di kalangan generasi muda mulai memudar. Pengaruh budaya asing yang semakin kuat melalui media sosial, hiburan, dan teknologi salah satu faktor utama yang menyebabkan pergeseran nilai-nilai nasionalisme. Dalam situasi speri ini, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar yang semakin kompleks.

Pendidikan kebangsaan sangat penting bagi generasi muda untuk meningkatkan karakter yang baik dan berbudi luhur, mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki etika dan sopan santun. Pendidikan kebangsaan harus dikembangkan sejak dini agar anak dapat mengerti dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter pada anak bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan saja, tetapi keluarga dan lingkungan sekitar juga menunjang dalam membentuk karakter anak agar anak tidak melakukan hal-hal buruk, seperti kekerasan, putus sekolah, pergaulan bebas, dan lain-lain

Memiliki wawasan kebangsaan yang kuat adalah cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda, yang merupakan masa depan bangsa. Wawasan ini akan membantu mereka memahami sejarah dan budaya negara mereka, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Memiliki wawasan kebangsaan akan membantu anak-anak mengembangkan sikap nasionalisme yang kuat. Nasionalisme adalah sikap yang menjaga dan menghormati identitas bangsa dan membantu membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya saing,” kata Kariyasa Adnyana. (*GR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *