Tanamkan Nilai Kebangsaan, Kariyasa Adnyana Sosialisasikan 4 Pilar kepada Siswa SMP Negeri 2 Busungbiu
REDAKSIBALI.COM – Anggota MPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, SP menggelar acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada hari Selasa (9/12/2025) di SMP Negeri 2 Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Acara sosialisasi dihadiri pengurus OSIS dan perwakilan siswa dari berbagi kelas.
Kariyasa Adnyana yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini sangat penting agar anak-anak tumbuh dengan rasa cinta dan bangga pada Indonesia. Di tengah era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, identitas bangsa bisa tergerus jika anak anak tidak diajarkan tentang budaya,sejarah,dan prinsip kebangsaan.
Menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini akan menghasilkan generasi yang lebih bertanggung jawab, memiliki semangat yang tinggi, dan mencintai tanah air. Maka dari itu 4 Pilar MPR RI atau 4 Pilar Kebangsaan diperkenalkan kepada paras siswa. Keempat Pilar tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dihadapan siswa kariyasa Adnyana mengajak siswa memperhatikan dampak negatif kemajuan teknologi dan media sosial khusunya game online. Kecanduan game online menjadi isu yang semakin sering dibahas di kalangan remaja. Aktivitas bermain game online sebenarnya bisa menyenangkan dan memberikan hiburan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kecanduan game online dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan sosial remaja
Mencegah kecanduan game online bukan hanya sekadar mengatur waktu bermain, melainkan juga tentang mengedepankan kesehatan dan kesejahteraan diri secara keseluruhan. Remaja perlu aktif dalam kegiatan yang lebih bermanfaat, baik secara fisik maupun mental, serta menjaga hubungan sosial yang positif. Siswa dapat menikmati dunia digital tanpa terjebak dalam kecanduan. Keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab sehari-hari akan membentuk remaja menjadi individu yang sehat dan produktif.
Kariyasa Adnyana berpandangan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial yakni melaui pendidikan kebangsaan. Pendidikan kebangsaan akan membentuk karakter yang kuat dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. Ketika anak-anak dibekali dengan nilai-nilai ini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, empati, dan kesadaran sosial yang tinggi. Melalui nilai-nilai kebangsaan, kita membangun generasi muda yang siap menjaga warisan budaya Indonesia dan memperkokoh persatuan.(*GR)



