Entog: Si “Bebek Jumbo” yang Lagi Viral & Naik Daun!
REDAKSIBALI.COM – Siapa sih yang tidak tahu Entog? Unggas satu ini semakin hari semakin populer saja. Jika dulu kita hanya mengenal ayam atau bebek, sekarang Entog atau Cairina moschata sudah menjadi primadona baru di kalangan masyarakat. Hal ini bukan hanya karena telurnya, tetapi juga karena dagingnya yang sangat lezat.
Berbicara soal identitas, tahukah kamu kalau nama “Entog” sebenarnya berasal dari bahasa Sunda? Masyarakat Jawa sendiri lebih sering menyebutnya Mentok, sedangkan di tempat lain orang mengenalnya sebagai Itik Manila atau Serati. Uniknya, warga Bali memiliki sebutan tersendiri untuk unggas ini, yaitu Kuwir.
Meskipun kita sering menjumpainya di pedesaan Indonesia, aslinya si Entog ini adalah “bule” yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Nama Itik Manila melekat padanya karena dulu mereka memasuki Nusantara melalui Manila, Filipina. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat jauh sebelum akhirnya menetap di sini.
Jika kita bandingkan dengan bebek biasa, Entog memiliki versi tubuh yang jauh lebih bongsor. Pejantan bisa tumbuh hingga 86 cm dengan berat mencapai 3 kg, sementara betinanya sedikit lebih mungil dengan ukuran 64 cm dan berat 1,3 kg. Menariknya lagi, mereka tidak berisik seperti bebek yang hobi bersuara kwek-kwek karena Entog jantan justru lebih suka mengeluarkan suara mendesis.
Selain suaranya yang unik, warna bulu Entog saat ini juga semakin estetik. Kita bisa menemukan warna biru, cokelat, hingga kombinasi tiga warna hasil persilangan yang sangat menarik untuk difoto. Tren keindahan ini berbanding lurus dengan minat orang untuk mulai beralih mengonsumsi dagingnya yang lebih kenyal dan padat.
Lawar Kuwir, Kuliner Khas Bali
Daging Entog sangat fleksibel untuk berbagai masakan, mulai dari Pedesan Entog yang pedasnya membara, Balado Entog, hingga Entog goreng yang renyah. Di balik rasanya yang nikmat, daging ini tergolong sehat karena mengandung antioksidan serta lemak esensial seperti Omega-3 dan Omega-6. Oleh karena itu, para pelaku diet Keto sering menjadikannya asupan protein favorit, meski mereka tetap harus membatasi konsumsi bagian kulit agar kadar kolesterol tetap terjaga.
Tidak hanya dagingnya, telur Entog pun menawarkan rasa yang lebih “nendang” daripada telur ayam kampung atau bebek. Teksturnya yang lebih kental dan rasa yang lebih gurih menjadi alasan utama orang menyukainya. Apalagi kandungan nutrisinya sangat lengkap, mulai dari Protein hingga Vitamin E yang melimpah.
Kelezatan unggas ini pun bisa kamu temukan saat sedang berlibur di Bali. Alih-alih hanya mengunjungi beach club, kamu wajib mencicipi Lawar Kuwir yang merupakan primadona kuliner lokal. Hidangan ini menjadi spesial karena penggunaan bumbu “Basa Genep” atau racikan rempah khas Bali yang melimpah.
Campuran daging kuwir cincang dengan bumbu tradisional serta parutan kelapa menciptakan rasa yang sangat kuat di lidah. Kamu bisa menikmati hidangan autentik ini di warung-warung Lawar pinggir jalan untuk mendapatkan suasana yang lebih nyata. Agar tidak bingung mencarinya, kamu bisa mengecek rekomendasi tempat makan Lawar Kuwir yang hits melalui TripAdvisor Bali atau mencarinya lewat Google Maps Bali. Pokoknya, liburan ke Bali belum terasa sah sebelum kamu merasakan sendiri gurihnya Lawar Kuwir yang bikin nagih ini!
(disarikan dari berbagi sumber)



