BeritaNasional

Resmi Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Bikin Fiskal & Moneter “Satu Frekuensi”!

REDAKSIBALI.COM – Istana Negara punya energi baru. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Bukan sekadar pelantikan biasa, hadirnya sosok senior ini membawa misi besar: menyatukan “dua dunia” agar ekonomi Indonesia makin kencang larinya.

Instruksi Prabowo: Gas Pol Lewat Koordinasi!
Usai dilantik, Juda Agung langsung membocorkan “bisikan” penting dari Presiden Prabowo. Intinya? Jangan jalan sendiri-sendiri!

“Presiden menekankan kalau mau ekonomi tumbuh dan program pemerintah tercapai, kebijakan fiskal (uang negara) dan moneter (suku bunga/uang beredar) harus kompak. Ditambah lagi sektor riil yang harus digerakkan. Kalau semuanya sinkron, ekonomi kita baru bisa efektif,” ujar Juda dengan penuh semangat di depan awak media.

Rupiah Tetap di Tangan “Si Merah Putih” BI
Banyak yang nanya, apakah jabatan baru ini bakal ikut campur urusan nilai tukar? Juda Agung menjawab dengan tegas bin santuy. Meski sudah di Kemenkeu, dia tetap menghormati “garis pembatas”.

“Kalau sudah urusan kebijakan moneter (seperti intervensi rupiah), itu tetap wilayah sucinya Bank Indonesia,” tegasnya. Profesionalitas tetap nomor satu.

Sinergi “Dua Dunia”: Pengalaman adalah Kunci
Yang bikin pelantikan ini menarik adalah latar belakang “tukar posisi”. Juda Agung yang lama di Bank Indonesia kini masuk ke wilayah fiskal, sementara koleganya, Thomas Djiwandono, punya pengalaman sebaliknya.

Juda menilai sinergi ini bakal jauh lebih sakti daripada sebelumnya.
“Pengalaman saya di BI dikombinasikan dengan otoritas fiskal bakal bikin sinergi kita makin oke. Kalau dulu masing-masing di kantornya, sekarang kita bisa tukar pikiran lebih dalam biar kebijakan ekonomi nasional nggak cuma kuat, tapi juga cerdas,” pungkas Juda. ((*www. prsidenri.go.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *