BeritaLingkungan

Yowana Desa Adat Pecatu Hijaukan Pantai Nyang-Nyang Lewat Aksi “Merawat Pertiwi”

REDAKSIBALI.COM- Yowana Desa Adat Pecatu menggelar aksi peduli lingkungan bertajuk “Merawat Pertiwi” di kawasan Pantai Nyang-Nyang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Drestalango II Desa Adat Pecatu. Mengusung tema “Satya Ring Dresta, Bakti Ring Desa”, aksi ini menjadi bukti nyata kepedulian pemuda terhadap ekosistem pesisir.

Dalam aksi ini, Karang Taruna, Sekaa Teruna, dan Kelompok Remaja bekerja sama dengan prajuru serta krama desa. Mereka menanam ratusan pohon di sepanjang bibir pantai. Langkah ini bertujuan memperkuat struktur alami pesisir sekaligus mencegah ancaman abrasi.

Selain itu, Gubernur Bali dan Bupati Badung turut mendukung gerakan ini. Beliau memberikan bantuan bibit pohon sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian lingkungan berbasis desa adat.

Komitmen Nyata Generasi Muda

Ketua Yowana Kecamatan Kuta Selatan, I Putu Chandra Riantama, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial. Sebaliknya, ini adalah gerakan kolektif pemuda untuk menjaga ruang hidup mereka.

Kami hadir tidak hanya untuk menjaga tradisi, tetapi juga merawat lingkungan. Kesetiaan pada adat harus mewujud dalam kerja nyata,” ujar Chandra.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa merawat alam berarti menjaga masa depan generasi mendatang. Hal ini selaras dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal yang menjadi jati diri bangsa.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif para pemuda. Menurutnya, penanaman pohon di pesisir adalah langkah strategis untuk menahan abrasi dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Apa yang Yowana lakukan hari ini adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus menata kawasan pesisir secara bertahap agar tetap lestari,” jelas Sumerta. Oleh karena itu, ia berharap aksi ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat.

Sebagai penutup, Desa Adat Pecatu berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran kolektif warga. Gerakan ini diharapkan menjadi contoh pelestarian pesisir bagi wilayah lainnya.

Sebagai informasi, aksi serupa pernah terlaksana pada tahun 2021. Kegiatan tahun 2026 ini memperkuat gerakan sebelumnya sekaligus memperluas keterlibatan pemuda dalam menjaga kelestarian desa.(*gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *