Prabowo-Albanese Deal! “Traktat Jakarta” Bikin Hubungan RI-Australia Makin Solid
REDAKSIBALI.COM – Bukan cuma sekadar tetangga, Indonesia dan Australia kini resmi jadi “partner setia” dalam urusan keamanan. Di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat pagi, (6/2/2026) Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese kompak meneken Traktat Keamanan Bersama yang bakal jadi sejarah baru di kawasan Indo-Pasifik.
Bukan Musuh, Tapi Sahabat Dekat
Presiden Prabowo menegaskan kalau Indonesia itu prinsipnya simpel: pengen temenan sama semua orang. Lewat traktat ini, Prabowo kasih sinyal kalau Indonesia dan Australia itu sudah “ditakdirkan” buat hidup bareng secara damai karena lokasi geografis yang nempel banget.
“Kita nggak pengen punya musuh. Perjanjian ini pilar penting buat kita semua biar kawasan tetap adem dan stabil,” kata Presiden Prabowo dengan gaya tegasnya.
Kerja Sama Rasa Saudara
PM Albanese juga nggak kalah semangat. Dia bilang perjanjian ini bukan barang baru yang mendadak muncul, tapi hasil dari hubungan pertahanan yang sudah dipupuk selama 30 tahun. Australia bener-bener naruh kepercayaan penuh ke Indonesia.
Nggak main-main, ke depannya bakal ada beberapa langkah seru : Posisi Spesial Perwira RI: Bakal ada perwira senior Indonesia yang dapet posisi khusus di militer Australia (ADF) . Markas Latihan Bareng: Indonesia dan Australia bakal bangun fasilitas pelatihan pertahanan bersama. Sekolah Militer Komplit: Pertukaran pendidikan buat para calon jenderal masa depan makin diperluas.
Tetap Bebas Aktif!
Meski kelihatan “lengket” banget sama Australia, Indonesia tetep pada jalur aslinya: Politik Luar Negeri Bebas Aktif. Traktat ini lebih ke arah saling jaga dan rajin ngobrol kalau ada masalah keamanan, bukan berarti Indonesia ikut-ikutan blok militer tertentu (*www. prsidenri.go.id)



