REDAKSIBALI.COM – Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, S.T., M.Si., mengajak generasi muda Bali untuk memahami ekosistem perdagangan nasional. Pria yang akrab dipanggil Alit Kelakan tersebut meminta anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam pergerakan ekonomi.
Pesan penting itu mengemuka saat Sosialisasi Kepelabuhanan dan Kepabeanan di Balai Serbaguna Marhaen Denpasar, Jumat (11/9/2026). Acara tersebut mengusung tema ‘“Membangun Generasi Muda yang Melek Kepelabuhanan dan Kepabeanan untuk Mendorong Perdagangan Nasional yang Transparan, Efisien, dan Berkeadilan”. Diskusi interaktif ini melibatkan mahasiswa, organisasi pemuda, serta pelaku UMKM muda. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Yayasan Bhakti Bina Sejahtera serta PT Pelindo.
Alit Kelakan menegaskan bahwa pelabuhan dan kepabeanan merupakan bagian vital dari rantai perekonomian. Selama ini, sebagian anak muda mungkin menganggap kedua sektor tersebut sangat jauh dari kehidupan mereka. Padahal, pelabuhan menyimpan potensi pergerakan barang, manusia, logistik, perdagangan, hingga pariwisata yang sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat luas.
Pelabuhan Jadi Simpul Jantung Ekonomi Bali
Alit Kelakan memaparkan data pertumbuhan nasional tahun 2025. Sektor maritim mencatat 30,5 juta penumpang domestik. Layanan laut juga mengangkut 508,4 juta ton barang serta 19,8 juta TEUs peti kemas. Catatan kinerja tersebut menghasilkan pendapatan Pelindo sebesar Rp35,48 triliun. Angka-angka besar ini membuktikan adanya rantai ekonomi yang sangat panjang dari hulu hingga ke hilir.
Posisi Bali sendiri sangat strategis sebagai simpul maritim pendukung pariwisata dan logistik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 yang sukses mencapai 5,82 persen. Pertumbuhan tersebut mendapat dukungan dari sektor perdagangan, transportasi, pergudangan, konstruksi, dan pariwisata. Kelakan pun melemparkan pertanyaan retoris mengenai keberanian anak muda membawa potensi kreatif, produk UMKM, serta budaya luar biasa milik Bali keluar daerah.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik, Ngakan Made Giriyasa, menilai sosialisasi ini sangat krusial untuk membuka wawasan pemuda. Menurutnya, pelabuhan adalah bagian dari denyut nadi ekonomi Bali yang harus masyarakat jaga bersama. Bali memiliki banyak pelabuhan dengan karakter berbeda, seperti Benoa, Celukan Bawang, Padangbai, Gilimanuk, Sanur, Serangan, Tribuana-Kusamba, Nusa Penida-Lembongan, hingga Pelabuhan Amuk.
Giriyasa juga mengingatkan berbagai tantangan nyata yang memerlukan perhatian dan kolaborasi bersama di pelabuhan. Masalah tersebut meliputi kebutuhan teknologi pemindai, penguatan manifest, pengawasan barang ilegal, serta integrasi antarlembaga. Seluruh peserta mengikuti acara dengan penuh antusias untuk melihat peluang usaha di balik setiap tantangan logistik perdagangan internasional.(gr)


