NEGARA, RedaksiBali.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, mulai berangsur normal setelah sempat terganggu akibat surutnya air laut di Selat Bali. Meski kapal kembali melayani bongkar muat di Dermaga Landing Craft Machine (LCM), antrean kendaraan logistik masih terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Gangguan operasional tersebut menjadi perhatian karena Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu pintu utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat antara Bali dan Jawa.
Berdasarkan laporan Bali Post, aktivitas bongkar muat di Dermaga LCM kembali berlangsung secara bertahap sekitar pukul 09.00 WITA. Namun, dampak penumpukan kendaraan sejak sehari sebelumnya masih terasa hingga Kamis siang.
Air laut surut membuat kapal kesulitan bersandar
Gangguan penyeberangan bermula pada Rabu, 28 Oktober 2026, ketika permukaan air laut di sekitar Pelabuhan Gilimanuk mengalami surut.
Kondisi tersebut membuat kapal kesulitan merapat ke Dermaga LCM. Posisi pintu ramp door kapal tidak dapat menjangkau dermaga secara optimal sehingga proses bongkar muat kendaraan terhambat.
Akibatnya, sejumlah kapal harus menunggu hingga permukaan air kembali naik sebelum dapat melanjutkan pelayanan.
Pada Rabu pagi, antrean kendaraan logistik yang hendak keluar Bali dilaporkan mengular hingga sekitar 1,5 kilome
Sopir truk menunggu berjam-jam
Dampak gangguan operasional masih dirasakan para pengemudi kendaraan logistik.
Sejumlah sopir dilaporkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran masuk kapal. Kondisi ini menambah beban biaya operasional, terutama untuk kebutuhan makan dan perjalanan.
Selain faktor pasang surut air laut, perbaikan Dermaga MB II juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kapasitas pelayanan di pelabuhan.
Petugas bersama kepolisian setempat terus melakukan pengaturan lalu lintas dan mengoptimalkan rotasi kapal agar antrean dapat terurai.
Pengguna jasa diminta tetap mengikuti arahan petugas
Masyarakat yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa diimbau memperhatikan perkembangan kondisi pelabuhan.
Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak menyerobot antrean agar arus kendaraan tetap terkendali.
Kelancaran penyeberangan Gilimanuk menjadi penting untuk menjaga distribusi logistik, aktivitas ekonomi, dan mobilitas masyarakat di kedua pulau.


