DENPASAR, RedaksiBali.com – Bank Indonesia Bali memperkirakan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penopang kinerja dunia usaha Bali pada triwulan IV 2026. Penguatan ini didorong meningkatnya permintaan masyarakat dan distribusi barang menjelang libur akhir tahun.
Hasil survei dunia usaha BI Bali menunjukkan optimisme pelaku usaha masih positif, dengan saldo bersih tertimbang diproyeksikan 47,76 persen. Aktivitas pariwisata juga ikut menggerakkan permintaan produk makanan-minuman, industri lokal, akomodasi, serta transportasi.
Kondisi ini menjadi peluang bagi UMKM Bali untuk menambah produksi, menjaga ketersediaan stok, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan. Pelaku usaha tetap perlu menjaga kualitas produk, harga yang wajar, serta kelancaran pasokan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Kinerja dunia usaha Bali diperkirakan tetap menguat pada triwulan IV 2026. Bank Indonesia Bali menyebut perdagangan besar dan eceran menjadi salah satu penopang utama, seiring meningkatnya permintaan jelang akhir tahun.
Aktivitas pariwisata juga ikut menggerakkan usaha makanan-minuman, produk lokal, akomodasi, hingga transportasi. Bagi UMKM, momentum ini menjadi kesempatan untuk menyiapkan stok, menjaga mutu, dan memberi layanan terbaik.


