BeritaPendidikan

KPU Buleleng Edukasi Pemilih Pemula di SMKN 1 Seririt

REDAKSIBALI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih. Mereka menggelar acara tersebut di SMKN 1 Seririt pada Kamis (10/9/2026). Peserta kegiatan ini merupakan siswa Kelas X dan Kelas XI. Mereka berasal dari Program Keahlian Akuntansi, Busana, Perhotelan, dan Kuliner. Melalui kegiatan ini, para siswa dapat mengenal demokrasi dan kepemiluan sejak dini. Tujuannya adalah mempersiapkan mereka menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Wakil Kepala Bidang Humas SMK Negeri 1 Seririt, Febri Rusdhyani, membuka kegiatan dengan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan sosialisasi bagi para siswanya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman kepemiluan. Oleh karena itu, siswa nantinya mampu menggunakan hak pilih secara bijak. Selain itu, mereka diharapkan bisa menyikapi perbedaan pilihan dengan sikap terbuka.

Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengawali pemaparan materi dengan cara unik. Ia mengajak beberapa siswa maju ke depan untuk saling berkenalan. Melalui interaksi tersebut, ia memberikan pemahaman penting tentang arti seorang pemimpin. Menurutnya, mengenal pemimpin tidak sebatas tahu nama atau wajah saja. Lebih dari itu, pemilih harus memahami rekam jejak dan kapasitas calon sebelum menentukan pilihan.

Arya Suarnata kemudian melanjutkan pemaparan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan pemantik. Pertanyaan tersebut meliputi alasan pentingnya pemilu dan jumlah partai politik peserta Pemilu 2024. Ia juga memperkenalkan tiga lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia. Lembaga-lembaga tersebut adalah KPU, Bawaslu, dan DKPP. KPU bertugas melaksanakan tahapan, Bawaslu melakukan pengawasan, sedangkan DKPP menangani kode etik penyelenggara.

Peran Strategis Generasi Muda bagi Masa Depan Pemilu

Melalui materi khusus, siswa diajak memahami esensi utama dari penyelenggaraan pemilu. Pemilu merupakan cara damai untuk melakukan pergantian kepemimpinan nasional dan daerah. Selain itu, siswa memperoleh pemahaman bahwa hasil pemilu berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Kebijakan bidang pendidikan, lingkungan, hingga kesempatan kerja sangat bergantung pada hasil pemilu. Maka dari itu, generasi muda harus berpikir kritis dan tidak boleh menjadi penonton saja.

Dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial, Arya mengajak siswa untuk lebih waspada. Mereka harus membentengi diri dari bahaya hoaks dan fitnah. Caranya adalah dengan membiasakan diri memeriksa judul dan mengecek sumber berita. Selanjutnya, mereka perlu melakukan verifikasi fakta sebelum membagikan informasi tersebut. Langkah ini sangat penting untuk membangun generasi pemilih yang cerdas di masa depan.

KPU Kabupaten Buleleng juga menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa pada akhir sesi. Mereka mendorong siswa untuk mengambil peran langsung dalam pemilu mendatang. Warga negara yang telah memenuhi syarat bisa bergabung menjadi badan ad hoc penyelenggara pemilu. Kesempatan ini dapat menjadi ruang terbaik untuk memperoleh pengalaman kerja. Akhirnya, mereka bisa berkontribusi langsung dalam menyukseskan pesta demokrasi Indonesia.

KPU Kabupaten Buleleng berharap pendidikan demokrasi ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda. Oleh karena itu, mereka harus mulai peduli terhadap lingkungan politik di sekitarnya. Siswa juga perlu membiasakan diri untuk berdiskusi secara kritis berdasarkan data. Selanjutnya, mereka harus mempersiapkan diri untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Sebab, generasi muda bukan sekadar penonton melainkan penentu arah masa depan demokrasi Indonesia (gr*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *