BeritaInternasional

Harga Minyak Naik, Serangan Kapal di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

SINGAPURA, RedaksiBali.com — Harga minyak dunia naik pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, setelah sebuah kapal tanker dilaporkan diserang di Selat Hormuz. Insiden tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi minyak di tengah konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Reuters melaporkan harga minyak Brent untuk kontrak Desember naik 1,04 persen menjadi US$116,08 per barel pada pukul 03.23 GMT. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,34 persen menjadi US$103,37 per barel.

Brent diperkirakan mengakhiri Oktober dengan kenaikan hampir 11 persen, sedangkan WTI berpotensi naik sekitar 14 persen sepanjang bulan tersebut.

Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz

Badan Keamanan Maritim Inggris atau UKMTO melaporkan sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang dipasang pada sebuah perahu kecil.

Hingga laporan Reuters diterbitkan, pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut belum diketahui.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi ekspor minyak dan bahan bakar dari kawasan Teluk. Gangguan keamanan di wilayah ini dapat memengaruhi distribusi energi dan meningkatkan biaya pengiriman.

Ketegangan Timur Tengah Membayangi Harga Minyak

Pada Kamis, kelompok Houthi menyatakan telah menyerang sejumlah fasilitas di Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak Ras Tanura, Rabigh, dan Abqaiq. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat sebuah rudal jelajah yang diluncurkan ke arah wilayah barat kerajaan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Wakil Presiden JD Vance telah menghubungi Iran untuk membantu pengiriman pasokan medis dan mendorong pembicaraan damai.

Iran dilaporkan telah menerima surat dari Vance, tetapi belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa risiko geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga minyak dunia. Namun, pihak yang bertanggung jawab atas serangan kapal tanker belum dipastikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *