LUMAJANG, REDAKSIBALI.COM – Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pada Sabtu (7/11/2026) dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah tenggara, menuju kawasan Besuk Kobokan.
Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi terjadi pada pukul 00.11 WIB. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Erupsi berlangsung sekitar enam menit dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 33 milimeter. Kolom abu terlihat tebal berwarna kelabu dan bergerak ke arah selatan serta barat daya.
Semeru Kembali Erupsi pada Pagi Hari
Aktivitas vulkanik Semeru tidak berhenti pada kejadian dini hari. Pada pukul 08.09 WIB, gunung tersebut kembali mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 3,5 kilometer ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.
Kolom abu pada kejadian tersebut teramati sekitar 100 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara.
Dalam laporan pengamatan periode pukul 06.00–12.00 WIB, PVMBG juga mencatat 21 kali gempa letusan serta satu kejadian awan panas guguran.
Status Semeru Masih Level III Siaga
Hingga laporan ini disusun, status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Kawasan tersebut merupakan jalur yang berpotensi dilalui awan panas guguran.
Selain itu, masyarakat diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari puncak.
Aktivitas juga dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak karena terdapat ancaman lontaran batu pijar.
Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar
BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang berhulu di kawasan puncak Semeru.
Masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta BPBD setempat.
Peningkatan aktivitas Semeru ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api, terutama saat aktivitas vulkanik meningkat dan hujan berpotensi memicu aliran lahar.
RedaksiBali.com – Informasi kebencanaan dan perkembangan aktivitas gunung api akan terus diperbarui berdasarkan laporan resmi dari instansi terkait.


