BeritaDaerahPendidikan

Sarjana Pertanian Dituntut Mampu Beri Solusi Ketersediaan Pangan di Masa Pandemi

REDAKSIBALI.COM – Sarjana pertanian dituntut mampu untuk memberikan solusi ketersediaan pangan di masa pandemi Covid-19. Dengan inovasi teknologi yang dipelajari selama kuliah, sarjana pertanian mestinya mampu membawa perubahan bagi penyediaan dan ketahanan pangan.

“Mereka mampu untuk berproduksi walaupun suasana seperti pandemi saat ini, inilah yang kita tanamkan kepada para mahasiswa selama ini agar mereka itu menyadari dirinya bahwa mereka dituntut untuk mengabdikan ilmunya kepada keluarganya kepada masyarakatnya bangsa dan Negara” kata Dekan Fakultas Pertanian (FP), Universitas Warmadewa (Unwar), Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb usai Yudisium Sarjana LXV, Periode II Tahun 2021, Fakultas Pertanian (FP), Universitas Warmadewa (Unwar) yang diselenggarakan di Denpasar pada Jumat (21/5).

Menurut Sadguna, sarjana pertanian mengabdikan diri dan mampu mentransfer ilmunya kepada petani. Mengingat petani selama ini sangat awam di bidang pengembangan inovasi yang kreatif, dalam artian secara ekonomi menguntungkan dan secara ekologis tidak merusak lingkungan. “Harapannya nanti mereka mempunyai kemampuan dalam menyampaikan inovasi dan teknologi kepada masyarakat, sebagai Agent of change” jelas Sadguna.

Sadguna mengungkapkan secara kelembagaan, FP Unwar memiliki tanggung jawab besar agar mahasiswa mampu berdaya saing global sesuai amanah Visi FP Unwar. Menjadikan mahasiswa yang telah lulus di bidang ilmu-ilmu pertanian menjadi bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034.. Karena itu, menurut Sadguna,  FP Unwar selalu meng-update berbagai dukungan proses penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan jumlah dosen, sarana prasarana pembelajaran, layanan tata kelola kelembagaan, baik yang akademik maupun non akademik. Penciptaan suasana akademik yang kondusif, sampai kepada penyesuaian kurikulum yang mengikuti tuntutan stakeholders serta regulasi pemerintah.

Kepada  sarjana pertanian yang baru di Yudisium, Sadguna berharap agar selalu mengasah soft skill yang dimiliki. Menurut Sadguna hal ini karena keberhasilan hidup di dunia tidak hanya didapat dengan modal hard skill semata, melainkan juga memerlukan bekal yang bersifat soft skill. “Sumber belajar tidak hanya dari dosen ataupun di kampus saja, tetapi dari segala persoalan hidup dan ujian hidup, juga menjadi sumber belajar untuk kesuksesan” papar Sadguna. (mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *