Berita

Gunakan Kuis Digital, KPU Gianyar Kenalkan Nilai Demokrasi ke Pemilih Muda

REDAKSBALI.COM – Sekolah memegang peran penting dalam memulai pendidikan demokrasi. Nilai ini tumbuh melalui pembentukan karakter, cara berpikir kritis, dan kesadaran warga negara, bukan sekadar saat memasuki Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kembali menggelar Program KPU Goes to School. Kegiatan ini menyasar berbagai SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Gianyar. Program tersebut menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

KPU Kabupaten Gianyar secara konsisten menjalankan program ini. Mereka menyasar pemilih muda pada masa non-tahapan Pemilu. Melalui momentum MPLS, KPU hadir langsung di sekolah untuk mengenalkan nilai demokrasi. Mereka juga mengajarkan politik sehat, pentingnya partisipasi, serta peran strategis generasi muda.

Pihak sekolah telah menyepakati jadwal kegiatan ini. Sebanyak 24 satuan pendidikan menjadi sasaran program. Kegiatan berlangsung secara bertahap mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Seluruh Anggota KPU Kabupaten Gianyar bertindak langsung sebagai narasumber.

Ketua KPU Kabupaten Gianyar, I Wayan Mura, S.H., menegaskan pentingnya acara ini. KPU berkomitmen membangun budaya demokrasi sejak dini lewat pendidikan. “KPU menerima mandat untuk meningkatkan kualitas demokrasi melalui pendidikan pemilih. Kami menjalankan tugas ini secara berkelanjutan, bukan hanya saat pemilu,” ujar Mura. Ia menilai MPLS sebagai momentum strategis karena siswa baru sedang membentuk karakter dan nilai kehidupan.

“KPU Goes to School menanamkan pemahaman dasar tentang demokrasi. Demokrasi mengajarkan kita menghargai perbedaan, berpikir kritis, serta bertanggung jawab. Kami ingin pemilih pemula memiliki bekal pengetahuan dan integritas tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota KPU Gianyar, Gusti Bagus Agung Swandhita, menyoroti pendekatan untuk Generasi Z. Menurut Kepala Divisi Sosialisasi ini, metode konvensional sudah tidak efektif.

“Generasi Z hidup di era informasi digital yang sangat deras. Mereka bersikap kritis dan cepat menyerap informasi, tetapi rentan terhadap hoaks. Oleh sebab itu, kami mengemas pendidikan pemilih secara relevan,” kata Bagus.kepada redaksibali.com pada selasa (14/7/2026) KPU menggunakan metode interaktif seperti diskusi, studi kasus, dan kuis digital. Mereka membawa contoh nyata yang dekat dengan keseharian siswa.

Bagus menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung mulai 13 hingga 17 Juli 2026. “Namun, kami juga menyasar beberapa sekolah pasca-MPLS hingga 24 Juli 2026 karena jadwal yang padat. Saat ini, ada 6 sekolah yang telah mengonfirmasi jadwal susulan tersebut,” imbuhnya. Pihak sekolah menyambut program ini dengan sangat positif.

Berikut rincian pelaksanaan program KPU Goes to School di Kabupaten Gianyar:

Sasaran 24 Satuan Pendidikan

KPU Gianyar menargetkan total 24 satuan pendidikan selama masa MPLS minggu ini. Sasaran kegiatan meliputi berbagai SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Gianyar. Seluruh Anggota KPU Kabupaten Gianyar turun langsung bertindak sebagai narasumber secara bergantian.

Pendidikan Inklusif di SLB Negeri 1 Gianyar

KPU Gianyar memberikan perhatian khusus kepada pemilih disabilitas dengan menyambangi SLB Negeri 1 Gianyar pada 17 Juli 2026. Sebelum acara, KPU telah melakukan audiensi guna menyusun metode pembelajaran khusus. Materi edukasi dirancang lebih inklusif agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus (fisik, sensorik, mental, maupun intelektual).

Jangkauan Pasca-MPLS di Enam Sekolah

Tingginya antusiasme pihak sekolah membuat agenda sosialisasi menjadi sangat padat. KPU Gianyar menjadwalkan program lanjutan pasca-MPLS hingga 24 Juli 2026 mendatang. Sejauh ini, sudah ada 6 sekolah yang terkonfirmasi akan menerima kunjungan edukasi setelah masa MPLS usai.

Pendekatan Modern untuk Generasi Z

Tim narasumber meninggalkan metode konvensional demi menyesuaikan karakter Generasi Z yang akrab dengan dunia digital. KPU Gianyar menerapkan pendekatan interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, dan kuis digital. Metode ini bertujuan melatih cara berpikir kritis agar siswa tidak mudah terjebak misinformasi atau disinformasi.

Kolaborasi Konten Edukasi Digital

KPU Gianyar tidak hanya mengandalkan sosialisasi tatap muka di dalam kelas. Mereka juga berkolaborasi dengan guru dan siswa untuk memproduksi konten edukasi kreatif. Konten digital tersebut nantinya akan disebarluaskan lewat media sosial sebagai sarana pembelajaran demokrasi yang berkelanjutan.(GR*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *