REDAKSIBALI.COM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), I Ketut Kariyasa Adnyana, SP, melaksanakan kegiatan penting. Ia menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Yayasan Majelis Taklim al Fattah, Desa Tegalinggah, Sukasada, Buleleng, Bali. Kegiatan edukasi kebangsaan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026). Ratusan pengurus yayasan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta puluhan warga setempat menghadiri acara ini dengan penuh antusias.
Kariyasa Adnyana menilai yayasan keagamaan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Lembaga tersebut dapat menyebarkan pesan damai kepada para jemaah dan generasi muda. Menurutnya, keberagaman adat, suku, dan agama di Sukasada merupakan kekayaan bangsa. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus merawat perbedaan tersebut dengan semangat toleransi yang tinggi.
Selanjutnya, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menekankan pentingnya penguatan Pancasila dan UUD NRI 1945. Nilai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika juga sangat krusial untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Keempat elemen tersebut merupakan fondasi utama negara Indonesia. Maka dari itu, ia mengajak warga menerapkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sosial sehari-hari.\

Implementasi Nyata Nilai Luhur dan Konstitusi Negara
Lebih lanjut, Kariyasa Adnyana memaparkan secara rinci makna dari setiap elemen Empat Pilar tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pancasila mengandung nilai Ketuhanan yang menjamin kebebasan beribadah setiap warga negara. Di dalamnya juga terkandung nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan melalui musyawarah, serta keadilan sosial. Sementara itu, konstitusi negara menegaskan posisi hukum sebagai panglima tertinggi yang menjamin hak asasi manusia.
Nilai NKRI juga berfungsi menanamkan rasa cinta tanah air serta menjaga keutuhan wilayah. Di sisi lain, semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengedepankan toleransi, sikap inklusif, dan semangat gotong royong. Pihak Yayasan Majelis Taklim al Fattah menyambut positif agenda kelembagaan ini. Perwakilan pengurus menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Anggota MPR RI di Desa Tegalinggah.
Menurut pengurus, sosialisasi ini memberikan penyegaran dan pemahaman yang lebih mendalam bagi warga. Hal ini menjaga agar nilai luhur kebangsaan tidak sekadar menjadi teori di atas kertas. Akhirnya, warga dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan antarumat beragama di Buleleng pun diharapkan semakin erat dan harmonis.(*GR)



