BeritaInternasional

Kapal Tanker Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Kru Selamat; Ketegangan Maritim Meningkat

MUSCAT, RedaksiBali.com — Sebuah kapal tanker dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran saat melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Reuters melaporkan pada 30 Oktober bahwa kapal tanker tersebut terkena dua ranjau jenis limpet yang ditempelkan pada lambung kapal. Insiden menyebabkan kebakaran di ruang mesin dan membuat kapal sempat tidak dapat beroperasi.

Seluruh awak dilaporkan selamat. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan. Kapal kemudian melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan berikutnya. reuters.com

Kapal Berada di Dekat Khasab, Oman

Insiden terjadi sekitar 25 mil laut atau sekitar 46 kilometer di timur laut Khasab, Oman.

Tiga sumber keamanan maritim mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Louise 1, kapal berbendera Panama. Namun, pihak yang bertanggung jawab atas serangan belum diketahui.

Reuters menyebut insiden tersebut sebagai serangan ranjau limpet pertama yang diketahui berhasil mengenai kapal di Selat Hormuz sejak perang AS-Iran dimulai pada Februari 2026. reuters.com

Iran Klaim Beberapa Kapal Tanker Terkena Ranjau

Dalam laporan terpisah pada 31 Oktober, Associated Press menyebut Korps Garda Revolusi Iran mengklaim empat kapal tanker terkena ranjau dan terbakar di Selat Hormuz setelah menggunakan jalur yang dianggap tidak diizinkan.

Iran menyatakan kapal-kapal tersebut mengabaikan peringatan. Namun, Associated Press menyebut klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Oman secara terpisah melaporkan evakuasi 25 awak dari sebuah kapal tanker yang terbakar. UKMTO juga melaporkan kapal lain terkena proyektil yang belum diketahui jenisnya. Belum dapat dipastikan apakah seluruh insiden tersebut saling berkaitan. apnews.com

Keamanan Jalur Energi Dunia Jadi Perhatian

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Gangguan keamanan di kawasan tersebut dapat meningkatkan risiko pelayaran dan memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak.

Meski demikian, dampak terhadap harga energi dan arus perdagangan perlu dipastikan berdasarkan perkembangan pasar serta data resmi.

Penyelidikan terhadap insiden kapal tanker masih berlangsung. Hingga laporan ini disusun, belum ada pihak yang secara resmi dinyatakan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *