REDAKSIBALI.COM – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB Percasi ke-46 tahun 2026 di Serang, Banten pada Sabtu (24/10/2026) resmi menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Sekretaris Jenderal PB Percasi, Nanang Surahman Agung Pujalaksana, membacakan langsung poin-poin hasil kesepakatan nasional tersebut. Salah satu poin penting adalah penunjukan DKI Jakarta sebagai tuan rumah. Ibu kota akan menyelenggarakan Rakernas ke-47 sekaligus Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-52 pada tahun 2027 mendatang.
Selain agenda tahunan, fokus utama pengurus tertuju pada persiapan matang menyongsong PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Khusus cabang olahraga catur, Kupang telah terpilih sebagai kota penyelenggara pertandingan utama. Oleh karena itu, PB Percasi menetapkan sistem wilayah untuk pelaksanaan Pra-PON guna menyaring atlet terbaik.
Guna lolos ke PON, provinsi se-Sumatera memperebutkan 2 tiket. Provinsi se-Jawa memperebutkan 3 tiket di Surabaya. Provinsi se-Kalimantan memeprebutkan 1 tiket di Balikpapa. Provinsi se-Sulawesi memperebutkan 1 tiket di Sulawesi Tenggara. Provinsi se-Papua memprebutkan 1 tiket.
Provinsi Bali yang sebelumnya bergabung dengan Kalimantan di diwilayah tengah, bergabung dengan NTB, Maluku dan Maluku Utara memeperebutkan 1 tiket di Mataram. Sedangkan NTT sebagai tuan rumah, otomatis lolos tanpa ikut kualifikasi. Tidak ada babak Play Off pada Pra-PON.
Terkait dengan zona Pra-PON, Sekretaris Percasi Bali, Ronal, menyambut baik dan mengapresiasi penempatan Bali dalam zona Babak kulalifikasi Pra-PON XXII. Menurut Ronal, pembagian zona ini lebih rasional dan proporsional karena mempertimbangkan aspek geografis. Selain itu juga memperetimbangkan aspek pemerataan secara nasioanl dan kesempatan berkompetidi bagi daerah.

Usulan Medali Emas dan Terobosan Liga Catur Profesional
Berdasarkan komunikasi dengan KONI, PB Percasi menyatakan akan ada total 13 medali emas untuk dipertandingkan pada PON XXII 2028. Rincian nomor pertandingan mencakup kelompok putera dan puteri yang masing-masing memperebutkan 6 medali emas. Nomor tersebut meliputi catur standar, catur cepat, dan catur kilat untuk kategori perorangan maupun beregu. Selain itu, panitia menambah 1 nomor baru yaitu kategori catur cepat ganda campuran.
Tak hanya fokus pada PON, PB Percasi juga meluncurkan terobosan progresif bagi kemajuan olahraga asah otak ini. PB Percasi berencana menggulirkan kompetisi ligapratama bertajuk Liga Catur Indonesia (LCI) pada April 2027. Kompetisi antar-klub catur ini akan memulai babak kualifikasi di 6 wilayah zona strategis Nusantara. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem catur dan memperluas pembinaan atlet berbasis klub di daerah.
Rakernas ke-46 ini juga resmi mengesahkan 39 nama gelar pemain baru untuk tahun 2026. Pengurus pusat juga merampungkan berbagai evaluasi dan program kerja internal organisasi. Agenda tersebut meliputi bidang pelatihan, hukum, hubungan luar negeri, hingga penyelarasan perwasitan nasional. Melalui berbagai keputusan ini, PB Percasi optimistis catur Indonesia akan semakin maju di kancah internasional (gr)


