BeritaInternasional

Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Jadi 69, Penyelidikan Sistem Sinyal Berlanjut

TOLEDO — Korban tewas dalam tabrakan dua kereta cepat di dekat Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, meningkat menjadi sedikitnya 69 orang. Tim penyelamat masih melakukan pencarian dan pemulihan korban, sementara penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan terus berlangsung.

Kecelakaan terjadi pada Rabu (28/10/2026) ketika kereta Renfe yang melaju menuju Sevilla menabrak bagian belakang kereta Iryo yang berhenti di jalur yang sama.

Laporan Reuters pada Kamis menyebutkan 69 orang meninggal dunia dan 57 korban luka masih dirawat di rumah sakit. Pemerintah Spanyol telah menetapkan tiga hari berkabung nasional.

Sistem Keselamatan Kereta Menjadi Fokus Penyelidikan

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan gangguan pada sistem komputer dan persinyalan membuat sejumlah kereta berhenti di jalur tersebut.

Pusat kendali kemudian dilaporkan memberikan izin kepada kereta Renfe untuk melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal, meskipun kereta Iryo masih berhenti di jalur yang sama.

Keputusan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan. Namun, penyebab akhir kecelakaan belum ditetapkan dan pihak berwenang masih memeriksa rangkaian kejadian, termasuk sistem keselamatan serta komunikasi antara pusat kendali dan masinis.

Pemerintah Janji Investigasi Menyeluruh

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez berjanji bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah juga menyatakan akan mengambil tindakan jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran.

Kecelakaan ini menjadi tragedi kereta cepat kedua yang menelan banyak korban jiwa di Spanyol pada 2026. Insiden sebelumnya pada Januari menewaskan 46 orang.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap keselamatan jaringan kereta cepat, pemeliharaan infrastruktur, dan efektivitas sistem persinyalan.

Hingga laporan terbaru, penyelidik belum menyampaikan kesimpulan final mengenai penyebab tabrakan. Informasi mengenai korban dan proses penyelidikan dapat berubah seiring pembaruan resmi dari otoritas Spanyol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *