REDAKSIBALI.COM – Tim Nasional Bola Tangan Putri Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam ajang Women’s IHF Nations Trophy – Asia Zone IB 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Chonburi, Thailand, pada 27 hingga 31 Oktober 2026 kemarin. Prestasi luar biasa ini menjadi kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Bali. Sebab, sebanyak empat atlet asal Pulau Dewata tampil gemilang memperkuat jajaran skuad utama Merah Putih.
Keempat srikandi olahraga tersebut adalah Ni Luh Indah Ayu Sumarni dan Gusti Ayu Sintya Dewi. Selanjutnya, ada nama Ni Nyoman Sri Devi Mahasari serta Ni Made Lita Prastya Swandini. Keberhasilan mereka menembus tim nasional membuktikan kualitas pembinaan olahraga di daerah. Warga Bali terbukti mampu bersaing ketat dan berkontribusi nyata mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. Oleh karena itu, publik memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada mereka.
Ketua Umum Pengprov ABTI Bali, Dr.(c) I Made Suparta, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangganya secara langsung. Menurutnya, capaian manis ini wajib menjadi momentum emas untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di Bali. Ia juga berharap prestasi internasional ini mendapat perhatian khusus dan dukungan berkelanjutan dari KONI Bali. Sinergi yang kuat antar-lembaga menjadi kunci utama agar prestasi serupa bisa terus tercipta secara konsisten.
“Prestasi ini membuktikan bahwa atlet bola tangan Bali memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi Indonesia. Kami berharap keberhasilan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara ABTI Bali, KONI Bali, pemerintah daerah, dan seluruh insan olahraga untuk membangun pembinaan yang lebih berkelanjutan,” ujar Suparta.
Sinergi Pembinaan Berkelanjutan Demi Prestasi Merah Putih
Suparta menambahkan bahwa dukungan nyata bagi cabang olahraga bola tangan harus mewujud dalam program konkret. Pemerintah daerah perlu memfasilitasi pelaksanaan kompetisi berjenjang serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit secara berkala. Selain itu, penyediaan sarana latihan yang memadai juga menjadi kebutuhan mendesak bagi para atlet. Langkah komprehensif ini akan membantu ABTI Bali melahirkan bibit-bibit unggul baru di masa depan.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov ABTI Bali, Dr. I Wayan Repiyasa, S.Pd., M.Pd., turut menyatakan kebahagiaannya. Ia berharap pembinaan atlet bisa berjalan secara masif di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Bali. Target utamanya adalah mencetak lebih banyak atlet daerah yang siap membela panji Merah Putih. Segenap jajaran Pengprov ABTI Bali mengucapkan selamat atas raihan medali perunggu internasional ini.
“Bangga dengan atlet Bali yang mampu masuk skuad tim nasional dan turut membawa Indonesia meraih prestasi. Semoga ke depan, dengan pembinaan yang masif di seluruh kabupaten dan kota di Bali, bola tangan Bali semakin berkembang dan semakin banyak atlet yang mampu membela Merah Putih,” ujar Repiyasa.
Akhirnya, pihak pengurus memberikan penghormatan tertinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial tim. Mereka telah berjuang keras menguras keringat demi membela kehormatan bangsa di luar negeri. Prestasi gemilang tim nasional ini sejatinya merupakan buah dari kerja keras bersama yang patut disyukuri. Dari Bali untuk Indonesia, olahraa bola tangan sukses menyatukan semangat juang dan mengukir sejarah baru.


