SERUYAN, REDAKSIBALI.COM — Helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Helikopter itu jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.
Pesawat tersebut sedang bertugas di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Dalam misi itu, helikopter mengambil air untuk operasi water bombing, yaitu pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air ke area yang terbakar.
Informasi yang berkembang pada awal penanganan menyebut dua prajurit gugur dan satu kru belum berhasil dievakuasi. Namun, dalam laporan terbaru pada Jumat (6/11), ANTARA menyebut tiga kru telah gugur. Lima kru lainnya selamat dan mendapat perawatan. Proses pencarian dan evakuasi di lokasi masih menghadapi sejumlah kendala.
Berangkat untuk membantu pemadaman
Helikopter Mi-17V5 tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang untuk menuju lokasi operasi di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting. Saat berada di perairan Desa Sungai Perlu untuk mengambil air, helikopter mengalami kendala terbang dan kemudian jatuh ke perairan.
TNI AD segera mengirimkan personel untuk membantu penyelamatan dan evakuasi. Lima kru yang selamat kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Laporan awal menyebut dua prajurit meninggal dunia, sementara satu kru lain belum dapat dievakuasi karena kondisi air sedang pasang.
Evakuasi terkendala air keruh dan ombak
Proses evakuasi badan helikopter dan kru yang masih dicari berlangsung sulit. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan air di lokasi sangat keruh dan berlumpur. Kondisi tersebut membuat penyelam sulit melihat benda di bawah air. Dalam penyelaman sebelumnya, penyelam disebut hanya bisa meraba badan helikopter.
Ombak besar juga menjadi tantangan bagi tim gabungan. Untuk membantu proses pencarian, penyelam telah mendapat informasi mengenai struktur helikopter, termasuk letak pintu dan pintu darurat. Informasi itu diharapkan membantu tim bekerja dengan lebih terarah di bawah air.
Perkembangan jumlah korban
Pembaruan jumlah korban perlu dibaca sesuai waktu laporan. Pada Kamis (5/11), ANTARA memberitakan dua prajurit gugur, lima kru selamat, dan satu kru masih belum dapat dievakuasi. Dalam laporan pada Jumat (6/11), ANTARA menyebut tiga kru gugur dan menyebut satu kru masih dalam pencarian.
Karena informasi mengenai proses evakuasi masih berkembang, jumlah dan status korban sebaiknya terus diperiksa melalui pembaruan resmi TNI atau pemerintah daerah. Pada saat laporan terbaru itu diterbitkan, tim gabungan masih melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.
Pemerintah minta evakuasi dimaksimalkan
Menteri Kehutanan menyampaikan perkembangan insiden kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden menyampaikan belasungkawa dan meminta proses evakuasi serta penyelamatan dilakukan semaksimal mungkin. Penanganan di lapangan melibatkan sejumlah unsur terkait.
Kecelakaan ini terjadi saat para kru menjalankan tugas membantu pemadaman karhutla. Selain proses evakuasi, penyebab kecelakaan juga perlu menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Hingga laporan ini disusun, keterangan yang tersedia belum memastikan penyebab jatuhnya helikopter.
Catatan redaksi: Jumlah korban dalam pemberitaan berubah seiring proses evakuasi. Periksa pembaruan resmi sebelum artikel diterbitkan atau diperbarui.


