BeritaPendidikan

Edukasi Siswa SMAN 1 Susut Saat MPLS, Bawaslu Bangli Minta Pelajar Berani Laporkan Hoaks

REDAKSIBALI.COM – Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, memberikan edukasi kepemiluan di SMA Negeri 1 Susut, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui agenda ini, Pujawan menegaskan bahwa kepedulian generasi muda sangat menentukan masa depan demokrasi yang berkualitas

Dalam pemaparannya, Pujawan mengajak siswa memahami peran penting mereka sebagai calon pemilih pemula. Sebab, para siswa akan langsung memiliki hak pilih ketika genap berusia 17 tahun. Pujawan kemudian mengenalkan tiga lembaga penyelenggara pemilu, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP.

Selain itu, Pujawan menjelaskan bahwa Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) merupakan miniatur pemilu di sekolah. Agenda tersebut memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada pelajar. Ia juga menegaskan bahwa tugas utama Bawaslu adalah mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berjalan jujur.

“Saat ini adik-adik memang belum memiliki hak pilih. Namun, ketika berusia 17 tahun, adik-adik wajib ikut menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif,” ujar Pujawan.

Tidak hanya itu, Pujawan juga memperkenalkan peran Sentra Gakkumdu dalam menangani tindak pidana pemilu. Lembaga ini terdiri dari unsur Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Ia pun mengingatkan pelajar agar bijak bermedia sosial dan menolak hoaks.

“Di era digital, jangan mudah percaya informasi yang belum jelas. Jika menemukan politik uang atau hoaks, segera laporkan ke Bawaslu. Sebab, demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang berani bertindak,” tegasnya.

Pada akhirnya, Pujawan mengajak siswa bergabung menjadi kader pengawasan partisipatif Bawaslu. Melalui program ini, generasi muda bisa menjadi agen penyebar nilai demokrasi di masyarakat.(gr*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *