REDAKSIBALI.COM –Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) Provinsi Bali resmi mendeklarasikan pembentukannya hari ini. Langkah ini menjawab tantangan ketenagakerjaan di sektor pariwisata, pertanian, dan industri kreatif. Organisasi ini hadir menjadi wadah perjuangan progresif. KBM Bali berkomitmen kuat membela hak-hak seluruh pekerja.
Kebutuhan mendesak akan representasi buruh mendorong lahirnya KBM Bali. Buruh memerlukan organisasi yang kuat, mandiri, dan merakyat. Wadah ini akan mengawal ketat kebijakan ketenagakerjaan daerah.
Ketua DPD KBM Provinsi Bali, Dewa Putu Sudarma, menegaskan fokus utama organisasi. KBM Bali memprioritaskan peningkatan kapasitas buruh melalui pelatihan kompetensi. Hal ini penting agar buruh lokal memiliki daya saing tinggi. Selain itu, organisasi mengawal kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP/UMK) yang adil. KBM Bali juga siap mendampingi buruh yang mengalami ketidakadilan.
“Kami memperjuangkan taraf hidup yang layak bagi buruh dan kaum marhaen. KBM Bali menggalang kerja sama setara, tulus, dan jujur. Kami merangkul setiap kelompok yang berniat baik membangun kesejahteraan bersama,” ujar Dewa Putu Sudarma kepada redaksibali.com pada Sabtu (25/7/2026).
Dewa Sudarma menugaskan dua pengurus untuk mengeksekusi program tersebut. Wakil Ketua Penguatan Kapasitas Buruh, I Gusti Bagus Mahendra, S.T., memimpin pelatihan pekerja. Sementara itu, Wakil Ketua Advokasi Buruh, Komang Genta Suryana, S.H., M.H., memimpin tim hukum.
Sekretaris KBM, I Ketut Gunarsana Putra, S.T., menjelaskan nilai dasar organisasi. KBM memiliki semboyan khusus. Semboyannya yaitu bekerja bersama, berjuang bersama, memikirkan bersama, dan belajar bersama. Prinsip ini bertujuan mengangkat harkat martabat buruh dan Bangsa Indonesia.
“Semboyan ini mengikat kami untuk terus berjuang demi martabat buruh dan bangsa,” kata Gunarsana Putra.
Bendahara KBM, Ir. I Made Oka Mudarwata, memaparkan sejarah singkat organisasi. KBM merupakan induk organisasi buruh yang berasaskan Marhaenisme ajaran Bung Karno. Organisasi berbentuk federasi gabungan serikat buruh ini berdiri sejak 10 Desember 1952 di Surabaya.
“KBM bertujuan membangun buruh yang profesional, modern, mandiri, berwibawa, dan terhormat. Kami mengembangkan gerakan buruh yang progresif revolusioner serta anti-kekerasan. Gerakan ini bebas sentimen SARA dan menjunjung tinggi kejujuran. Kami ingin mencetak buruh Indonesia yang cerdas, disiplin, dan berjiwa nasionalis,” ucap Oka Mudarwata.
Kini kepengurusan tingkat provinsi telah resmi terbentuk. KBM Bali segera mengonsolidasikan kekuatan organisasi. Pengurus akan membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan advokasi pekerja. KBM Bali juga ingin memperkuat solidaritas antarburuh secara merata(GR*)


