BeritaPendidikan

Maksimalkan Pencapaian IKU, LPPM Unud Optimalkan Kinerja Puslit dan Pusyan

REDAKSIBALI.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) mengadakan rapat koordinasi dengan para ketua Pusat Penelitian  dan Pelayanan, beserta para Ketua Bidang Pusat Penelitian (Puslit) dan Pusat Pelayanan (Pusyan) di Gedung Pascasarjana Ruang, Lt. 3, Kampus Sudirman, pada Kamis (20/1/2022). Rakor dipimping langsung oleh Ketua LPPM Unud, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, MSi. bersama Sekretaris LPPM Unud, Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, PhD.

Ketua LPPM Unud, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, MSi menjelaskan Rakor  membahas strategi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Khususnya  IKU yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian,  terutamanya IKU 5 di mana hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional.  Serta mendukung IKU 2 yakni mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus melalui program  merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM), membangun desa dengan KKN tematik, dan MKBM penelitian.

Unud  memiliki 8 Puslit dan 3 Pusyan  di bawah koordinasi LPPM Unud.  Yakni,  Puslit Kebudayaan, Pusat Unggulan IPTEK Pariwisata, Puslit Teknologi dan Material, Puslit SDA dan Lingkungan, Puslit Pembangunan Berkelanjutan, Puslit Pangan, Puslit SDM, Puslit Kesehatan, Pusat Inkubator Bisnis, Pusat Inovasi dan HKI, dan Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat. Serta terdapat 49 Bidang Puslit dan Pusyan.

“Dengan potensi dan sumber daya peneliti yang sangat besar ini, LPPM Unud memandang perlu untuk lebih menggerakkan dan mengkoordinasikan kegiatan dari puslit dan pusyan dan memberikan target pencapaian IKU 5 dan mendukung IKU 2 untuk puslit dan pusyan,” ungkap Prof. Suarsana.

Prof. Suarsana berharap Puslit dan Pusyan yang merupakan salah satu pilar penting LPPM dalam penguatan R&D mampu menciptkan kerjasama yang baik.  Dengan demikian  IKU 5 dan mendukung IKU 2 bisa dicapai.Yang pada angkirnya  kinerja LPPM bisa terukur baik outcome dan outputnya, serta terekognisi dan berdampak luas bagi masyarakat.

Terkait terobosan-terobosan yang sudah disiapkan,  Prof. Suarsana  menyebutkan perbaikan regulasi, permudah tata Kelola Research and Development, update skema riset, memfasilitasi hilirisasi, prototipe inovasi dunia usaha dan dunia industri,  Kekayaan Intelektual, insentif skema riset, meningkatkan kapasitas SDM Puslit dan Pusyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *