REDAKSIBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa resmi membuka Kejuaraan Olahraga Piala Bupati Badung 2026. Selanjutnya, gelaran Piala Bupati Badung Rapid Chess Open Tournament 2026 pada Minggu (23/8/2026) di Puri Banyuning, Bongkasa, Abiansemal langsung menyedot perhatian publik. Ajang ini sukses menjadi magnet bagi ratusan pecatur lintas kelompok umur untuk unjuk kebolehan di atas papan catur.
Panitia mengemas turnamen catur cepat ini ke dalam beberapa kategori strategis. Kategori tersebut meliputi kelompok SD, kelompok SMP, serta kelompok SMA/Umum. Melalui pemisahan ini, Percasi Badung memastikan pembinaan atlet di Gumi Kris berjalan secara berjenjang sejak usia dini. Atmosfer kompetisi berlangsung sangat ketat sejak babak pertama. Oleh karena itu, para peserta harus berpikir taktis karena batas waktu pertandingan sangat sempit.
Ketua Pengkab Percasi Badung I Made Warnawa, S.Pd. menyataan dipilihnya Bongkasa sebagai lokasi pertandingan sebagai upaya Percasi Badung turut mempromosikan agrowisata yang ada di Bongkasa.
Warnawa juga menyampaikan bahwa Piala Bupati Badung 2026 memegang peranan krusial bagi masa depan atlet. Turnamen ini berfungsi sebagai wadah seleksi awal, membentuk tim bayangan dan pembinaan berkelanjutan. Selain itu turnamen ini juga untuk mempersiapkan tim Percasi Kabupaten Badung dalam menghadapi Porprov Bali 2027 di Singaraja.
Menurut data teknis dari laman chess-risults, persaingan Kategori Umum menyajikan tensi tertinggi. Master Internasional (IM) Muhammad Lutfi Ali asal Jawa Barat sukses menyabet Juara 1 dengan total 8 poin. Kemudian, pecatur Kota Malang Agus Saputra Pribadi Fernanda menyusul pada posisi Juara 2 dengan raihan 7,5 poin. Pecatur Master Fide (FM) M. Agus Kurniawan asal Probolinggo meraih jumlah poin sama. Namun, hasil perhitungan nilai tie-break menempatkan ia pada peringkat Juara 3.
Sementara itu, WFM Kadek Iin Dwijayanti asal Badung mengamankan gelar Best Lady 1 Kategori Umum. Selanjutnya, Dziththaulya Ramadhani dari Unesa/Sidoarjo merebut posisi Best Lady 2. Pecatur tuan rumah Hana Apriliana melengkapi daftar dengan mengunci peringkat Best Lady 3 Kategori Umum.
Persaingan Kategori SMP turut menghadirkan kejutan dari bakat-bakat muda lokal. Pecatur Narayana Mulya Wicaksana dari SMP Taruna Dra. Zulaeha sukses mengunci gelar Juara 1 dengan skor impresif 7½ poin. Selanjutnya, Elnathan Valentino selaku wakil Badung meraih Juara 2 setelah mengemas 6½ poin. Pecatur M. Leehan Lucky Perdana Handoko Putro dari SMP Dharma Praja menduduki posisi Juara 3 karena kalah perhitungan tie-break.
Pada kelompok putri SMP, Ni Putu Kayla Ragita dari SMPN 1 Semarapura keluar sebagai Best Lady 1. Kemudian, Carissa Ratana Wijaya dari SMPN 1 Tabanan menyusul sebagai Best Lady 2. Lalu, Ni Kadek Shamita Suarsa Putri dari SMPN 3 Abiansemal mengamankan posisi Best Lady 3.
Persaingan Kategori SD tidak kalah seru karena melahirkan talenta baru. Putu Paramitha Parameswari dari SDN 3 Kaliasem menjadi Juara 1 sekaligus menyabet predikat Best Lady 1. Berikutnya, Paulus Javerson Evangelino Antory dari Denpasar mengunci posisi Juara 2. Lalu, Kenji Prajna Wijaya dari SD Negeri 1 Dajen Tabanan menempati peringkat Juara 3. Untuk kelompok putri SD, Ni Kadek Dinda Ayu Kiranasari dari SDN 10 Sanur meraih Best Lady 2. Akhirnya, Raphaela Angelique Nahak dari SD St. Yosep 2 Denpasar menduduki posisi Best Lady 3.
Turnamen skala nasional ini sukses menggaet total 141 peserta di Kategori Umum, serta puluhan peserta di kelompok umur lainnya. Bahkan, pecatur asal Inggris, Tajikistan dan Belgia ikut meramaikan kompetisi ini.
Sekretaris Pengprov Percasi Bali, Ronal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Badung, Pengkab Percasi Badung, serta panitia pelaksana. Menurutnya, ajang kompetisi seperti ini harus memiliki nilai strategis dalam membangun ekosistem pembinaan catur di Bali. Kehadiran peserta luar daerah hingga mancanegara membuktikan potensi besar Badung menjadi pusat event catur nasional dan internasional.
Selain itu, Ronal menilai turnamen di Bongkasa ini memiliki nilai tambah karena menyatukan olahraga dengan promosi pariwisata serta agrowisata daerah. Konsep tersebut berjalan sejalan dengan upaya pengembangan sport tourism di Bali. Ke depan, ia berharap Piala Bupati Badung dapat berlangsung secara berkelanjutan guna menjadi instrumen pemetaan potensi atlet menuju kejuaraan tingkat daerah, nasional, maupun internasional.(gr*)


