BeritaDaerah

Tim Pengabdian Masyarakat UNMAS Denpasar Lakukan Penyuluhan Pengolahan Sampah

REDAKSIBALI.COM – Tim Pengabdian Masyarakat UNMAS Denpasar Lakukan Penyuluhan Pengolahan Sampah.

Pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya jenis dan volume sampah.

Sampah telah menjadi permasalahan nasional di Indonesia. Undang-undang nomor 18 tahun 2008 pasal 11 ayat 1b menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, penyelenggaraan dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah.

 

Desa Samsam merupakan salah satu desa yang terletak Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan yang sedang berupaya mengatasi masalah pengelolaan sampah secara mandiri. Sejauh ini Desa Samsam telah mengelola sampah organik menjadi pupuk.

Baca juga : 

Pengelolaan sampah memerlukan kesadaran dan partisipasi dari masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah masih sangat rendah sehingga perlu adanya edukasi agar masyarakat sadar akan pentingnya mengelola sampah terutama sampah rumah tangga.

 

Sampah rumah tangga bila tidak dikelola dengan tepat akan memberikan dampak kerusakan terhadap lingkungan sekitar dan hal ini dapat merugikan masyarakat sekitar” ujar Sekretaris Desa Samsam,  I Made Sudarmadi

Tim pengabdian masyarakat Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar melakukan penyuluhan terkait pengelolaan sampah. Kegiatan ini berlangsung di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Mahasaraswati Denpasar.

 

Tim pengabdian Unmas Denpasar terdiri atas dosen sebagai ketua pelaksana dan dua puluh enam mahasiswa dari beberapa fakultas dengan berbagai bidang ilmu.

Kedua puluh masiswa itu yakni:

Ni Putu Hera Juliari, Hilgrenium G.A.L.Ae, Yulita Tihung, I Wayan Eri Pratama Putra, Nyoman Guna Adi Nata, I Gusti Ngurah Oka Wija, I Ketut Candra Putra, Ni Kadek Tara Wahyuni,  Ni Luh Putri Mareta, Anasya Sagita Haerawani Ramadhani, I Putu Gede Erlangga Arsena,  Kadek Kartika Nurjayanti, Ni Kadek Angel Cahyani Dewi Liza Zajelia, I Wayan Agus Supriyanto, Ni Kadek Desi Supriyanti, Ni Kadek Ajeng Juliantika, I Gusti Ayu Natalia Dwi Utamy Dewi, Marthen Lende Wara, I Kadek Agus Indra Saputra, I Wayan Ferry Adnyana, I Gusti Ayu Agung Indiani Saritha Nilamcahya, I Gusti Ayu Diah Anggraeni, I Gusti Ayu Nindina Narasty Putri, Fendianus Gebi, I Gusti Ayu Putu Sita Pradnyaswari, dan I Dewa Made Andy Dwi Putra.

 

“Kegiatan penyuluhan ini adalah bentuk kepedulian Universitas Mahasaraswati Denpasar terhadap lingkungan.

Untuk meningkatkan kepekaan social dan kepedulian terhadap lingkungan baik pada mahasiswa maupun kepada masyarakat Desa Samsam” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, apt.Herleeyana Meriyani, S.Farm., M.Sc

 

Materi penyuluhan yakni penanganan sampah obat, Bank Sampah dan pemanfaatan sampah anorganik  dengan metode ecobrick. Penyuluhan mengenai penanganan sampah obat oleh narasumber Arik Agustina S.Si. M.Si. dari PT. Triata Mulia Indonesia.

 

Narasumber menyampaikan informasi mengenai sampah obat (limbah obat yang berasal dari  sisa obat yang telah melewati kadaluarsa).

 

Dampak  terhadap lingkungan dan bagaimana penanganan sampah obat tersebut dengan cara yang baik dan benar sehingga harapannya dapat meminimalisir kemungkinan sampah obat tersebut disalah gunakan dan merusak lingkungan.

Sampah rumah tangga bila tidak kelola dengan tepat akan merugikan masyarakat sekitar. Bila kelola dengan tepat, sampah tersebut akan menjadi barang yang mempunyai nilai jual.

 

Dalam kegiatan tersebut narasumber juga memperkenalkan konsep bank sampah. Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering rumah tangga, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain

 

Dengan membawa sampah ke Bank Sampah, daur ulang sampah anorganik bisa dibuat dengan kreasi dari rumah, misalnya seperti Ecobrick botol plastik yang diisi padat dengan limbah non biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

Ecobrick merupakan cara lain untuk utilisasi sampah anorganik tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir). Dengan ecobrick kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik. Kita dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan ekosistem setempat. Banyak cara dalam mengelola sampah plastik agar tidak berdampak terhadap ekosistem.

 

Metode ini juga bisa membantu ekonomi Masyarakat di Desa Samsam,” sebut Fendianus Gebi yang bertugas membawakan materi pengolahan sampah anorganik.

I Dewa Made Sukma Medya, S.Sos. menyampaikan kegiatan penyuluhan  ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.  (*)

 

Shin Tae-yong Dihadapkan pada Pilihan Naturalisasi Empat Penyerang Belanda untuk Timnas Indonesia

Elektabilitas Anies Baswedan dalam Berbagai Survei sebagai Calon Gubernur Jakarta

Satgas Damai Cartenz Ungkap 21 Kejahatan TPNPB Pimpinan Undius Kogoya

Gangguan PDN Sebabkan Chaos di Bandara, Penumpang Diminta Tindakan Ini

Ranking FIFA Negara ASEAN: Indonesia Terus Pepet Vietnam

Penampilan Terakhir Timnas Indonesia di Piala Dunia: Shin Tae-yong Maksimalkan Setiap Peluang

Operasi Besar: Pasukan Laba-laba TNI Obrak-abrik Markas Dedengkot OPM Undius Kogoya

Viral Ojol di Makassar Rela Antar Jenazah Bayi 53 KM Karena Keluarga Tak Mampu Bayar Ambulans

Umah IT
Siplah Umah IT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *