Pembangunan Infrastruktur

Peran BUMN dalam Pembangunan Proyek LRT Bali

RedaksiBali.com – Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor infrastruktur hingga saat ini belum mendapat penugasan untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Bali. Meskipun feasibility study atau studi kelayakan mega proyek tengah dikerjakan oleh Konsorsium Korea Selatan (Korsel) yang terdiri dari Korea Railroad Corporation (Korail), KRC Co. Ltd., Saman Co. Ltd, dan Dongmyeong Co. Ltd.

Studi kelayakan ini melibatkan aspek legalitas, teknis, pemasaran, sosial-ekonomi, dan manajemen serta keuangan dari LRT Bali. Meski belum ada penugasan kepada BUMN karya untuk terlibat dalam proyek transportasi massa tersebut, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa akan ada kesepakatan bersama sebelum pemerintah melalui pemegang saham menugaskan perseroan ikut membangun LRT Bali.

Kementerian BUMN saat ini sedang melakukan kajian mendalam terutama pada aspek keekonomian LRT Bali. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan menentukan BUMN mana yang akan terlibat dalam proyek tersebut. Selain itu, kajian ini juga memungkinkan BUMN sebagai kontraktor proyek untuk mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) jika LRT Bali dianggap tidak menguntungkan atau tidak ekonomis.

Menurut Arya, dana segar sangat dibutuhkan untuk menjaga arus kas perusahaan. Jika secara ekonomi proyek ini tidak layak, maka BUMN akan meminta kebijakan PMN agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Namun, jika proyek ini justru menguntungkan, maka tidak akan diperlukan lagi suntikan dana dari pemerintah.

Dalam hal ini, BUMN memiliki peran penting dalam pembangunan proyek LRT Bali. Selain sebagai kontraktor proyek, BUMN juga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan infrastruktur dan transportasi di Indonesia. Melalui partisipasinya dalam proyek LRT Bali, BUMN dapat membantu meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali.

baca juga :

Melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Kesuma Kelakan Bangun Karakter Warga Desa Tiga

Penembakan Senus Lepitalen oleh TPNPB-OPM: Klarifikasi dan Kronologi

Nikita Mirzani Sarankan Prabowo Tunda Evakuasi Warga Palestina: Prioritaskan Warga Indonesia yang Masih Sulit

Gereja HKBP Tolak Izin Tambang: Gereja memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan

Sebagai perusahaan milik negara, BUMN juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan terlibat dalam pembangunan proyek LRT Bali, BUMN dapat menciptakan lapangan kerja baru, memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada tenaga kerja lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.

Di sisi lain, partisipasi BUMN dalam proyek LRT Bali juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan adanya keterlibatan BUMN yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang konstruksi dan manajemen proyek, investor akan merasa lebih yakin untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan BUMN untuk bekerja sama dalam mengembangkan proyek LRT. Dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, BUMN, dan investor, pembangunan proyek LRT dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia.

Dalam kesimpulannya, meskipun BUMN belum mendapat penugasan untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek LRT, kajian yang sedang dilakukan oleh Kementerian BUMN dan kesepakatan bersama antara pemerintah dan BUMN akan menjadi langkah awal yang penting. Dengan peran BUMN yang kuat dan partisipasinya dalam proyek ini, diharapkan pembangunan LRT dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia.

video terkait :

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *